Oleh: Dudu Ridwanul Haq, S.ThI., M.SI. (Kepala Unit Bina Rohani Islam RSIY PDHI)

Sakit adalah batu ujian untuk menaikan derajat hambaNya ketingkat yang lebih tinggi lagi. Dengan sakit, sesorang akan tahu bawa sehat itu adalah nikmat yang tiada bandingannya dan tentu tidak akan pernah lagi menyia-nyiakan nikmat sehat dengan berbuat sekehendaknya, berbuat dosa dan menyengsarakan orang lain.

Sakit adalah Sebagai Penghapus Dosa. Tidak ada seorangpun yang ingin ditimpa penyakit, meskipun demikian ternyata ada hikmah dan maksud tertentu dari Allah atas penyakit yang diderita hamba-Nya.

Dalam Islam terdapat lima hikmah dari sakit;

Menghapus Dosa.

Ini merupakan keutamaan yang besar dari Allah Swt karena dengan sakit yang diderita oleh seorang muslim, dosa yang pernah dilakukannya bisa terhapus karena penderitaannya dalam menghadapi penyakit menjadi kafarat (penebus) dosanya.

Rasulullah Saw bersabda: “Tiada seorang mu’min yang rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya” (HR. Bukhari).

Tetap Mendapatkan Pahala Dari Amal Kebaikan Yang Biasa Dilakukannya Diwaktu Sehat.

Hal ini karena ia tidak bisa menjalankan amal kebaikan itu bukan karena ia tidak mau, tetapi karena ia dalam keadaan sakit. Sebagai contoh ketika seseorang biasa ke masjid untuk shalat berjamaah, namun ketika sakit dia tidak bisa ke masjid, maka dia tetap mendapat pahala sebagaimana ibadah berjamaah.

Rasulullah Saw bersabda: “Apabila salah seorang hamba sakit atau bepergian (safar), maka Allah mancatat pahalanya seperti pahala amal yang dikerjakannya sewaktu ia tidak bepergian atau sehat.” (HR. Bukhari).

Rasulullah Saw bersabda lagi (menguatkan hadits di atas): “Apabila seorang hamba sakit sedang dia biasa melakukan suatu kebaikan, maka Allah berfirman kepada malaikat: “Catatlah bagi hamba-Ku pahala seperti yang biasa ia lakukan ketika sehat.” (HR. Abu Hanifah).

Memperoleh Pahala Kebaikan.

Segala sesuatu yang terjadi pada manusia pasti ada hikmahnya. Seorang muslim yang sabar dalam menghadapi penyakit maka baginya pahala kebaikan.

Rasulullah Saw bersabda:  “Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa.” (HR.Bukhari). Di dalam hadits lainnya, Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa dikehendaki oleh Allah kebaikan baginya, maka dia (diuji)dengan suatu musibah. (HR. Bukhari).

Memperoleh Derajat Yang Tinggi di Sisi Allah SWT .

Di dalam surga ada derajat tertentu yang harus dicapai, bila seorang muslim tidak mampu mencapainya dengan suatu amal, maka ia bisa memperolehnya dengan musibah atau penyakit yang dideritanya. Sebagai contoh, syahid merupakan kematian yang sangat mulia, dia bisa dicapai dengan cara berperang dijalan Allah dan meningal pada saat peperangan itu, atau ia jua bisa mendapatkan derajat mati syahid dengan penyakit yang menimpa sehingga menyebabkan kematiannya.

Rasulullah saw bersabda: “Wabah adalah syahadah (mati syahid) bagi setiap muslim.” (HR. Bukhari). Di dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda: “Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya, maka Allah menguji dan mencobanya agar dia dapat mencapai derajat itu.” (HR. Thabrani)

Memperoleh Ganjaran Berupa Surga.

Ketika seorang muslim menghadapi penyakit dengan penuh kesabaran, misalnya sakit yang menyebabkan buta matanya, maka Rasulullah saw bersabda: “Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan membutakan kedua matanya dan dia bersabar, maka Aku ganti kedua matanya itu dengan surga.” (HR. Ahmad).

Dengan demikian, meskipun tidak menyenangkan, sakit merupakan ujian yang dapat memberikan keutamaan dan manfaat yang besar, baik bagi si penderita maupun keluarganya. Oleh karena itu, penyakit harus dihadapi dengan sikap, pemikiran dan prilaku yang positif. Ingat hukum Law of Attraction, kalau kita selalu berlaku positif, maka yang hal positif tersebut InsyaAllah akan datang ke kita. Misalnya ketika sakit kita berpikiran dan memasukkan ke alam bawah sadar “sehat, kuat, sabar!!” maka hal tersebut dapat mempercepat kesembuhan kita.

dimuat di republika

The post Refleksi Pergantian Tahun, Sabar Dalam Sakit appeared first on RSIY PDHI.

Bagikan ke :