Oleh: dr. Dwi Kustanto, Dokter RSIY PDHI

TORCH merupakan singkatan dari Toxoplasma Gondii, Rubella, Cytomegalo Virus, Herpes Simplek Virus, merupakan  suatu kelompok penyakit infeksi. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dari usia anak-anak sampai dengan orang tua dan tidak memandang jenis kelamin. Sumber infeksi TORCH adalah dari kotoran hewan karena TORCH hidup di dalam usus hewan.

Infeksi TORCH juga dapat ditularkan melalui berbagai cara, diantaranya dari makan daging hewan yang terinfeksi. Biasanya daging tidak dimasak sempurna atau setengah matang atau justru makan daging yang masih mentah. Ini merupakan cara penularan yang paling banyak. Selain itu, kebiasaan makan sayuran mentah atau lalapan yang tidak bersih saat mencucinya juga berpotensi menimbulkan infeksi TORCH.

Penularan Infeksi Torch

Hewan peliharaan yang potensial menularkan TORCH  adalah anjing, kucing, berbagai macam unggas, tikus , kambing, dan sapi. Kebiasaan memupuk tanaman sayuran dengan kotoran hewan juga turut berperan. Infeksi TORCH juga dapat terjadi melalui hubungan seksual. Pada ibu hamil yang terinfeksi TORCH ada kemungkinan yang sangat besar bayi di kandungannya akan tertular. Penularan melalui aliran darah plasenta. Air susu ibu pada ibu yang menderita infeksi TORCH juga dapat menularkan infeksinya pada bayinya.

Gejala Infeksi Torch pada Ibu Hamil

Infeksi TORCH pada ibu hamil kebanyakan tidak menimbulkan gejala, akan tetapi pada janin akan menimbulkan akibat yang serius, dapat menimbulkan keguguran atau lahir dengan cacat secara fisik maupun psikis. Bila infeksi TORCH terjadi pada kehamilan trimester pertama yaitu pada saat pembentukan organ, maka akan terjadi kerusakan jaringan bermacam-macam organ dalam tubuh janin, seperti sistem saraf pusat, pusat pengatur pendengaran, pusat pengatur penglihatan, dan pusat pengatur gerakan. Pada bayi terinfeksi TORCH pada saat dilahirkan biasanya menunjukan gejala-gejala kulit kuning,  berat badan bayi baru lahir rendah, bayi tampak tidak sehat, terjadi pembesaran hati, pembesaran kelenjar limpa.

Dampak Infeksi Torch pada Ibu Hamil

Infeksi TORCH ini menimbulkan dampak yang sangat tidak baik pada janin atau bayi maka pemeriksaan TORCH penting dilakukan pada ibu-ibu yang ingin hamil, terutama apabila di rumah atau di lingkungan tempat tinggalnya banyak berkeliaran hewan peliharaan seperti anjing, kucing, tikus, unggas, sapi, dan kambing.  Patut dicurigai juga infeksi TORCH pada ibu-ibu yang mengalami keguguran kandungan yang berulang atau ibu-ibu yang sulit hamil.

Cara Mengetahui Infeksi Torch pada Manusia

Untuk mengetahui terinfeksi TORCH dilakukan pemeriksaan serum darah dengan pemeriksaan kadar Ig G (imunoglobulin G) dan Ig M (imunoglobulin M). Ig G dan Ig M ini terbentuk dari reaksi sistem kekebalan tubuh bila terjadi infeksi. Besar kecilnya kadar imunoglobulin menunjukan tingkat infeksinya. Apabila terjadi infeksi sebelum kehamilan sebaiknya keinginan untuk hamil ditunda dan dilakukan pengobatan terlebih dahulu, bila pengobatan dilakukan setelah terjadi kehamilan maka hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan janin atau mempengaruhi proses pembentukan jaringan organ.

Penderita infeksi TORCH pada anak dan orang dewasa kadang tidak menunjukan gejala kilinis yang spesifik atau bahkan tidak bergejala sama sekali. Apabila terjadi keluhan, keluhan itu hampir sama atau menyerupai keluhan penyakit infeksi pada umumnya seperti pusing-pusing, radang tenggorokan, batuk-batuk, migren, buyer, lemah lesu, dan pingsan.

Tindakan Pencegahan dari Torch

Selanjutnya, tindakan pencegahan merupakan tindakan yang sangat. Menjaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan merupakan tindakan yang penting. Selain itu dapat pula melalui memakan makanan yang dimasak dengan benar, mencuci buah-buahan dan sayur lalapan dengan air bersih yang mengalir sampai diyakini bersih dari kotoran.

The post Mengenal Penyakit TORCH Lengkap appeared first on RSIY PDHI.

Bagikan ke :