Oleh: Slamet Margani

Memiliki putra-putri yang sehat dan mempunyai gigi yang indah sudah tentu menjadi keinginan oleh kebanyakan orang tua. Memiliki gigi yang sehat belum tentu indah dan gigi yang indah belum tentu sehat. Gigi yang sehat dan indah adalah gigi yang terbebas dari kerusakan dan tertata rapi sesuai dengan rahangya, selain berwarna putih kekuningan.

Gigi yang dimiliki si kecil saat ini menentukan keindahan dan kesehatannya setelah dewasa kelak, karena gigi terbentuk sejak mereka tumbuh gigi susunya. Makanan yng dikonsumsi seorang ibu ketika hamil menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan gigi si kecil. Seorang ibu yang semasa hamilnya mengkonsumsi jenis makanan yang mengandung kalsium dan fospor seperti susu, ikan laut, beras tumbuk, kedelai, dan pisang akan membuat gigi si kecil menjadi lebih berkualitas. Tentunya bila di konsumsi dengan jumlah yang tepat.

Jika kebutuhan kalsium dan fosfor sudah terpenuhi oleh anak sejak dalam kandungan ibu, selanjutnya adalah pola makan anak. Meski asupan kalsium dan fospornya baik ketika dalam kandungan, tetapi setelah lahir tidak di ikuti dengan pemberian makan yang tepat, maka juga akan berpengaruh terhadap perkembangan tulang dan giginya.

Perlu anda ketahui, kebutuhan kalsium dan fospor anak justru lebih penting dibandingkan orang dewasa. Karena kebutuhan kalsium anak digunakan untuk pertumbuhan sedangkan kalsium orang dewasa untuk mempertahankan tulang agar tidak cepat rusak. Jika kebutuhan ini terpenuhi maka pertumbuhan tulang dan gigi anak menjadi lebih optimal.

Pemilihan makanan, menjadi sesuatu hal yang utama dalam pemenuhan kebutuhan makanan untuk anak yang sedang mengalami proses pertumbuhan. Anak dianjurkan mengkonsumsi makanan bervariasi dengan gizi tinggi. Misalnya sayur, buah segar, kacang-kacangan, susu, serta produk dari susu. Usahakan untuk menghindari gigi berkontak secara terus-menerus dengan makanan tinggi gula. Berikut ini beberapa hal yang perlu diingat oleh para orang tua atau pengasuh dalam pengaturan makanan untuk anak.

Sebaiknya anak tidak mengkonsumsi makanan lunak, lengket, manis yang mudah menempel pada gigi atau di sela-sela gigi. Contohnya  permen, kembang gula dan manisan, karena makanan itu lebih lama menempel pada permukaan gigi. Kondisi ini akan menghasilkan asam yang lebih banyak pula, sehingga mempertinggi risiko terkena karies gigi.

Jangan biarkan anak anda terlalu sering ngemil. Ini akan membuat saliva di dalam rongga mulut tetap dalam suasana asam. Akibatnya, anak rentan terhadap serangan karies.

Hal yang penting selain keda di atas adalah menyikat gigi setelah makan. Ada baiknya memberikan makanan manis bersamaan dengan makan utama. Peningkatan jumlah aliran saliva selama pengunyahan akan mampu menetralkan efek gula.

Berikut ini adalah contoh makanan yang diklasifikasikan berdasarkan kadar gulanya:

1. Makanan tinggi gula dan bergizi

Cake, tarcis, dodol, jajan pasar yang rasanya manis (lapis beras, talam, dadar enten), pudding, roti manis, ice cream, manisan, susu kental manis, karamel dll.

2. Makanan rendah gula dan bergizi

Jajan pasar yang rasanya gurih (pastel,sosis solo, macaroni schotel,kroket kentang) setup sayuran, juice buah, abon, sarden,susu murni, kacang-kacangan serta biji-bijian, pizza, pop corn, cereal, yogurt.

3. Makanan rendah gula dan bergizi rendah

Makanan ringan, biscuit, roti kering, permen coklat, coklat, es loli,  , kembang gula, buah yang di awetkan dengan gula, minuman botol ringan, serta minuman bersoda.

Contoh makanan sehari untuk memenuhi kebutuhan kalsium anak, serta cocok untuk gigi si kecil usia 2-5 tahun:

pagi jam 06.00 Nasi tim

stup sayuran (buncis dan wortel)

Ikan tenggiri goring tepung

tahu bacem

susu kedelai

snack jam 09.00 papaya potong

bubur kacang hijau

makan siang jam 12.00 nasi tim

sup cream jagung (jagung manis, telur,kacang polong)

Bola-bola ayam giling sc tomat*

burger tempe

milkshake pisang

Snack siang Makaroni schotel

juice jambu biji

makan malam nasi lembek

pepes daging giling

Rolade tahu isi sosis

bobor jipang dan bayam

The post Menu Sehat untuk Gigi Anak appeared first on RSIY PDHI.

Bagikan ke :